Langsung ke konten utama

Postingan

Postingan Pilihan

MATI KARYA

Sebuah pena melangkahkan kakinya dengan menari sepanjang jalan. Jejak kotorannya yang tebal menjadi pengisi kepala dan hati siapapun yang memandangnya. Entah baginya baik ataupun buruk.

Paceklik ini membuat ladang inspirasi gersang, layu hingga mati. Angin kering mengubahnya perlahan menjadi debu. Jejak sang pena kian memudar dibuatnya. Dia terus berlari mencari satu-satunya pangan yang dapat mempertahankan detak jantungnya.

Ketika makanan itu muncul di hadapan mata, selalu saja ada pena lain yang merebutnya. Teruslah begitu hingga gurun salju nan kosong menjadi peristirahatan akhir sang pena.

Bagiku, kematian bukanlah hal terakhir. Dari kuburnya itulah, suatu saat ia bangkit.

Postingan Terbaru

Kisah "Berdarah-Darah" Demi Mencapai Otten Coffee Jakarta

Cerita Ekhverodentanna (Chapter 1 : Pencarian)

"Masterplan" Megaproyek Kereta Api Garut Raya untuk Wisata Alam

Cawan Nafas

Sekilas Pengalaman Menyelami Buku Ini, Ya ini.

Benang Merah

Biografi Singkat Sultan Abdul Hamid II, Sang Khalifah Nyata Terakhir

Resensi Buku Hypnosis for Career

2009-2015 (Chapter 2 : CRINGE! Bidadari Terjelek)

2009-2015 (Chapter 1 : Agnia)